3rd Anniversary
Tidak terasa hari ini genap 3 tahun usia pernikahan kami...3 tahun pertama yang membuat hati kami terutama saya masih belum tenang.. 3 tahun yang belum ditandai dengan hadirnya si khalifah kecil..
tanpa meneteskan airmata saya mencoba berbagi..
Alangkah bahagia jika pernikahan lengkap dengan kelahiran si buah hati..siapa yang tidak mau??
begitupun saya...memang tujuan utama menikah dan hidup berumah tangga bukanlah hanya mempunyai seorang penerus kerajaan ;-)
tetapi itu merupakan element yang sangat dibutuhkan..
Bagaimana rumah kami yang cukup untuk ditempati oleh 3 atau 4 orang sampai saat ini masih terisi hanya kami berdua...
padahal niat kami membangun rumah tersebut untuk memberikan tempat berteduh yang layak untuk putra putri kami...
miris memang...disaat saya lihat ditempat lain masih banyak orang yang belum mempunyai tempat tinggal tetapi sudah mempunyai putra putri...
akan tetapi rumah kami masih terlihat lengang tanpa hadirnya sikecil...
pernah disuatu hari saya melihat seorang pengemis dibilangan jembatan gajah mada plaza membawa seorang bayi..yang masih terlihat ringkih (kira2 masih berusia hitungan bulan,,*saya blm dapat menakar2 jelas..kan belum punya baby..hehehhe*)...bayi itu ditaruh disampingnya beralaskan baju yang langsung bersentuhan dengan seng jembatan penyebrangan...Ya Tuhan...bayi itu menangis..sekilas saya mencoba memberanikan diri mendekat dan menatapnya..tetapi bayi itu malah dipaksanya duduk padahal leher atau tulang punggung bayi itu pasti belum kuat untuk menopang kepalanya...
ah..saya berlari sekuat tenaga airmata sudah tidak dapat dipertahankan lagi, tak tega rasanya...Ya Allah..kenapa bukan saya yg KAU pilih sebagai ibunya?..saya rasa, saya mampu untuk memberikan ia tempat yang layak...sejak saat itu, tak pernah lagi saya mau melewati jembatan tersebut..saya takut semakin banyak pertanyaan saya kepadaNYA yg takutnya terkesan menyalahkanNYA..Subhanallah..tidak sedikitpun terbersit untuk demikian..semoga allah mengampuni..
Semenjak saat itu pula, saya menyadari...jikalau semuanya memang hak prerogatif-NYA...
tidak seperti saat saya ingin menjadi juara kelas atau memenangkan perlombaan...semuanya bisa saya arrange asal saya rajin belajar atau giat berlatih saya pasti masuk hitungan juara...tetapi kalau yang ini, selain berusaha sayapun telah mencoba berbagai saran...dan semakin saya berusaha..semakin besar keinginan dan semakin keras pula saya dihempaskan karena belum mendapatkan apa yg diinginkan..
Sekarang hanya berdoa..dan terus berikhtiar..serta bersabar...
Memang benar kita tak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan...oleh karena itu kita harus menyukai apa kita dapatkan...
"untuk..cinta...
bersabarlah...cinta kita sedang diuji....
kesabaran yang ikhlas...
adalah kunci utamanya...
aku mencintaimu...seperti engkau mencintaiku karenaNYA"
jakarta, 6 September 2003...
dan
jakarta, 6 September 2006...


0 KoMenTar:
Post a Comment
<< Home